Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Budaya Merdeka - Teks Pidato Soekarno

Entah 1 Juni 1945 atau ketika diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, Kemerdekaan Indonesia baru menjadi kenyataan ketika budaya merdeka yang sudah berabad-abad lamanya menyatu dalam perjuangan suku bangsa di Nusantara, menyeruak keluar, mencari bentuknya, dan menggelegar setiap kali diucapkan kata sakti itu: MERDEKA!!! Keberanian untuk merdeka inilah yang sepanjang zaman berdialektika dalam perjuangan suatu negara yang sekarang kita sebut dengan bangga sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Inilah saripati dari pidato Ir. Sukarno atau Bung Karno, presiden pertama sekaligus penggali Pancasila. Berikut isi lengkap transkrip pidato Bung Karno di hadapan sidang BPUPKI (sebelumnya PPKI) pada 1 Juni 1945.

Berjuang Mencintai Telur - Puisi Berantai Lucu

Togar:  Seuntai sajak perjuangan buat generasiku Butet:  S euntai sajak asmara buat kekasihku Poltak:  Seuntai sajak kehidupan ternak ayamku. Togar:  Pada pertengahan Agustus 45 Kami bangkit merebut kemerdekaan Kami siramkan darah perjuangan Tapi aku masih berbaring di atas ... Butet:  Kekasihku Aku tak meyangka engkau begitu tega melakukan itu Kau putuskan cintaku uang suci Ingin rasanya aku melumat kembali ... Poltak:  Pantat ayamku Kini tampak membesar Sebentar lagi telur akan keluar lewat ...  Togar: Celah – celah benteng perjuangan Akan ku hancurkan penjajah Aku muak , aku benci kekerasan Dan ingin rasanya kubunuh … Poltak:  Ayamku ……… Tiur:  Kau sia siakan cintaku Dulu kala cinta kita bersemi Kau merengkuh dalam dekapanku Dan kini……….. Togar: Hanya tinggal setetes darah Tapi aku masih berdiri kokoh Kutantang seribu penjajah Dengan sebilah pedang pedang di...

Gerakan 1821

Gerakan 1821 adalah gerakan bersama yang mulai viral dipromosikan pada kuartal kedua 2016 ini. Berawal dari keprihatinan atas banyaknya tragedi yang terjadi pada anak-anak (baik sebagai pelaku maupun korban), yang ditengarai diakibatkan oleh kurangnya kemampuan anak-anak untuk bersosialisasi di dunia nyata tetapi sangat agresif dan aktif di dunia maya. Sebuah pesan yang dibagikan di group diskusi saya mungkin bisa membantu kita mengerti dan menerapkan aspirasi masyarakat ini. Ayah dan Bunda yang baik hati, khususnya yg mempunyai anak SMA ke bawah (SMP, SD, TK),  betapa dasyatnya pengaruh HP terhadap perkembangan anak-anak kita. Anak-anak semakin egois, susah dikendalikan dan terkena dampak negatif lainnya. Untuk itu mari kita lawan dengan  Gerakan 1821 Apa itu "Gerakan 1821"?  Gerakan 1821 adalah himbauan kepada para orangtua untuk melakukan puasa gadget/HP, hanya 3 jam saja, yaitu mulai jam 18.00 s/d 21.00.  Simpan dulu HP-nya Ayah, Bunda,  S...

NILAI - Antara Kertas dan Hidup

Di kota kecil Pematangsiantar, ada SMU berasrama yang cukup lama menjadi primadona bagi para putra-putra beragama Katolik. Konon, sekolah yang hingga kini masih fokus pada misi pembinaan calon-calon imam bagi Gereja Katolik terutama Keuskupan Agung Medan ini berhasil menanamkan semangat pendidikan berbasis nilai hidup, bukan sekedar nilai kertas. Hal ini terpatri dalam motto mereka: Non Scholae sed Vitae Discimus Kembali soal nilai. Pertanyaan sederhana yang masih belum mendapatkan jawaban final hingga saat ini dari teman masa kecil saya, terbersit kembali: "Ho ma jo. Husukkun ma ho. Aha do sabotulna tujuanni parsikkolaan. Aha do guna ni sikkola"? Jawabannya bisa beragam jika ditujukan kepada masing-masing orang. Saat ini, ada zaman dimana seorang anak Indonesia bahkan lebih hafal karakter manga Jepang dan lebih mahir menggunakan seabrek aplikasi di mobile device daripada "rasa keindonesiaan" yang dirumuskan dalam IPolEkSosBudHanKam, hamp...

Local Genius vs Evil Genius

Saban hari kita kerap mendengar wacana bahwa kearifan lokal kita sedang dalam ancaman modernisasi nirnilai. Tetapi, apa sebenarnya kearifan lokal kita? Terus terang, kearifan lokal ( local wisdom ), walau bukan sesuatu yang sangat kontroversial, seringkali disalahpahami sebagai sesuatu yang absolut. Menurut beberapa definisi, kearifan lokal adalah "gagasan-gagasan setempat (lokal) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya." (Kamus Inggris-Indonesia Shadily-Echols). Pandangan lain mengatakan "nilai yang dianggap baik dan benar yang berlangsung secara turun-temurun dan dilaksanakan oleh masyarakat yang bersangkutan sebagai akibat dari adanya interaksi antara manusia dengan lingkungannya” (Keraf, 2002; Gobyah, 2009). Yang menarik, Prof. Haryati Soebadio menganggap kearifan lokal memiliki ciri “mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri”. Senada dengan itu, Moenda...

Logika Kaum Laki-laki Arogan

Kartini dan Buruh Jika kita cermat, mestinya kita langsung ngeh ketika mengamati kalender bahwa peringatan Hari Kartini dan Hari Buruh Internasional memiliki jarak waktu yang berdekatan. Ini menggelitik sebab dalam jarak waktu yang kurang dari 14 hari kita menghadapi dua peringatan dengan dua sifat berbeda, yang satu bersifat partikular dan yang lain general. Saat hari Kartini kita memperingati sumbangsih perempuan dalam proses kemerdekaan Indonesia, saat hari buruh kita berjumpa dengan suatu perjuangan kelas. Namun apa yang diperingati, bisa jadi, bukanlah hal yang begitu terpisah dan berbeda pada kenyataannya. Hal ini dapat ditemukan dalam perjuangan para buruh di mana tidak hanya laki-laki saja yang ada di dalamnya tetapi juga perempuan. Ada satu film yang sangat relevan. Judulnya Made in Dagenham yang dirilis pada 2010 lalu. Film ini bercerita tentang perjuangan para perempuan buruh di kota Dagenham, Inggris, pada 1968. Mereka adalah para perempuan buruh dari pabrik Ford ...