Entah 1 Juni 1945 atau ketika diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, Kemerdekaan Indonesia baru menjadi kenyataan ketika budaya merdeka yang sudah berabad-abad lamanya menyatu dalam perjuangan suku bangsa di Nusantara, menyeruak keluar, mencari bentuknya, dan menggelegar setiap kali diucapkan kata sakti itu: MERDEKA!!! Keberanian untuk merdeka inilah yang sepanjang zaman berdialektika dalam perjuangan suatu negara yang sekarang kita sebut dengan bangga sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Inilah saripati dari pidato Ir. Sukarno atau Bung Karno, presiden pertama sekaligus penggali Pancasila. Berikut isi lengkap transkrip pidato Bung Karno di hadapan sidang BPUPKI (sebelumnya PPKI) pada 1 Juni 1945.
Togar: Seuntai sajak perjuangan buat generasiku Butet: S euntai sajak asmara buat kekasihku Poltak: Seuntai sajak kehidupan ternak ayamku. Togar: Pada pertengahan Agustus 45 Kami bangkit merebut kemerdekaan Kami siramkan darah perjuangan Tapi aku masih berbaring di atas ... Butet: Kekasihku Aku tak meyangka engkau begitu tega melakukan itu Kau putuskan cintaku uang suci Ingin rasanya aku melumat kembali ... Poltak: Pantat ayamku Kini tampak membesar Sebentar lagi telur akan keluar lewat ... Togar: Celah – celah benteng perjuangan Akan ku hancurkan penjajah Aku muak , aku benci kekerasan Dan ingin rasanya kubunuh … Poltak: Ayamku ……… Tiur: Kau sia siakan cintaku Dulu kala cinta kita bersemi Kau merengkuh dalam dekapanku Dan kini……….. Togar: Hanya tinggal setetes darah Tapi aku masih berdiri kokoh Kutantang seribu penjajah Dengan sebilah pedang pedang di...