Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Local Genius vs Evil Genius

Saban hari kita kerap mendengar wacana bahwa kearifan lokal kita sedang dalam ancaman modernisasi nirnilai. Tetapi, apa sebenarnya kearifan lokal kita? Terus terang, kearifan lokal ( local wisdom ), walau bukan sesuatu yang sangat kontroversial, seringkali disalahpahami sebagai sesuatu yang absolut. Menurut beberapa definisi, kearifan lokal adalah "gagasan-gagasan setempat (lokal) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya." (Kamus Inggris-Indonesia Shadily-Echols). Pandangan lain mengatakan "nilai yang dianggap baik dan benar yang berlangsung secara turun-temurun dan dilaksanakan oleh masyarakat yang bersangkutan sebagai akibat dari adanya interaksi antara manusia dengan lingkungannya” (Keraf, 2002; Gobyah, 2009). Yang menarik, Prof. Haryati Soebadio menganggap kearifan lokal memiliki ciri “mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri”. Senada dengan itu, Moenda...

Logika Kaum Laki-laki Arogan

Kartini dan Buruh Jika kita cermat, mestinya kita langsung ngeh ketika mengamati kalender bahwa peringatan Hari Kartini dan Hari Buruh Internasional memiliki jarak waktu yang berdekatan. Ini menggelitik sebab dalam jarak waktu yang kurang dari 14 hari kita menghadapi dua peringatan dengan dua sifat berbeda, yang satu bersifat partikular dan yang lain general. Saat hari Kartini kita memperingati sumbangsih perempuan dalam proses kemerdekaan Indonesia, saat hari buruh kita berjumpa dengan suatu perjuangan kelas. Namun apa yang diperingati, bisa jadi, bukanlah hal yang begitu terpisah dan berbeda pada kenyataannya. Hal ini dapat ditemukan dalam perjuangan para buruh di mana tidak hanya laki-laki saja yang ada di dalamnya tetapi juga perempuan. Ada satu film yang sangat relevan. Judulnya Made in Dagenham yang dirilis pada 2010 lalu. Film ini bercerita tentang perjuangan para perempuan buruh di kota Dagenham, Inggris, pada 1968. Mereka adalah para perempuan buruh dari pabrik Ford ...

NDP HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

Sejarah Perumusan NDP Sampai pada fase perjuangan HMI dalam transisi orde lama dan orde baru, pedoman perjuangan HMI yang mendasar dan sistematis belum ada, setelah fase berikutnya baru disusun Nilai Dasar Perjuangan HMI, yang pada Kongres XVI HMI di Padang tahun 1986 pernah berubah nama menjadi Nilai Identitas Kader (NIK), pada dasarnya tidak ada perubahan atas isi dari NDP. Perubahan ini didasari atas pertimbangan politik setelah keluarnya UU No.5 tahun 1985 yang menyatakan bahwa Pancasila satu-satunya azas organisasi kemasyarakatan. Pada Kongres XXII HMI di Jambi tahun 1999 nama NIK kembali ditukar menjadi NDP, seirama dengan pertukaran azas organisasi.  Kelahiran NDP dilatarbelakangi oleh: Keadaan negara Bangsa Indonesia sekitar 1966-1968 tengah mengalami perbaikan dari segi infra struktur maupun supra struktur, karena bangsa Indonesia baru dilanda badai pengkhianatan PKI. Keadaan umat Islam Nurkholis Madjid dalam buku "HMI Menjawab Tantangan Jaman...